Sampah makanan masuk. Nilai baru keluar.
Ikuti simulasi satu batch BioLoop AI dari penjemputan, pemilahan, biokonversi BSF, hingga proyeksi output dan nilai ekonomi.
DEMO-BATCH-001
Pilih Sudut Pandang Penjelajahan
Fokus Anda: Kelayakan unit economics (margin Rp1.590.000/ton), titik impas BEP 58,49 ton/bulan, kepatuhan baseline BMC, dan validasi pilot bertahap.
Cara Membaca Prototype Ini
Pahami Masalah
Pahami masalah sampah makanan basah, risiko kontaminasi, dan minimnya data alur material pada bagian awal.
Ikuti Circular Flow
Ikuti alur circular flow 5 tahap untuk melihat langkah operasional nyata dari penjemputan hingga produk bio.
Buka Layer Teknologi
Buka bagian teknologi untuk memahami fungsi realistis AI Vision, IoT Bioreactor, dan Traceability Dashboard.
Periksa Label Angka
Periksa label target, asumsi, proyeksi, dan catatan validasi pada seluruh angka finansial dan operasional.
Bayangkan satu batch berjalan dari pintu masuk sampai siap diarahkan ke pasar.
Semua data pada bagian ini adalah simulasi interaktif berdasarkan asumsi BMC.
Panel Input Simulasi
Alur Proses DEMO-BATCH-001
Output & Nilai Potensial
AI-assisted sorting demo
Fraksi biomassa lunak yang dicacah halus untuk pakan larva BSF.
Hasil klasifikasi pada prototype ini adalah simulasi interaksi. Dataset dan pengujian performa model belum tersedia.
Monitoring proses · Contoh simulasi
Nilai ini hanya memperagakan bentuk dashboard. Data aktual harus berasal dari sensor yang dipilih, dikalibrasi, dan diuji.
Panel Output Produk & Aliran Massa
BSF Kering (Dried Larvae)
Bio-Frass (Pupuk Residu)
Residu Sortir Non-Organik
Dashboard Ketertelusuran Demo
Uji sensitivitas throughput bulanan.
Periksa kelayakan finansial model operasional BioLoop AI dari volume minimum 30 ton/bulan hingga kapasitas target 150 ton/bulan terhadap batas BEP 58,49 ton/bulan.
Kapasitas Throughput Bulanan
Kalkulasi Operasional Bulanan
Angka ini belum merupakan laba bersih karena belum memperhitungkan pajak, bunga, depresiasi, penggantian aset, piutang, kegagalan produksi, dan produk yang tidak terserap.
Masalahnya bukan hanya sampah. Masalahnya adalah aliran yang tidak terlihat.
Rantai pengelolaan limbah makanan perkotaan saat ini bersifat linier dan terputus. Tanpa visibilitas dan standardisasi, potensi nilai nutrisi organik habis di Tempat Pembuangan Akhir.
Dapur B2B → Wadah Campur Kontaminan → Truk Terbuka → TPA Menumpuk (Emisi & Lindi)
Timbang Terjadwal → AI Assisted Sortir → BSF Reaktor IoT → Protein & Frass Terlacak
Sampah Makanan Basah Tercampur Kontaminan
Limbah dapur hotel, restoran, dan katering sering tercampur kemasan plastik tipis, tusuk gigi, dan sisa non-organik. Tanpa pemilahan terstruktur di sumber, limbah cepat membusuk dan sulit diolah secara biokonversi.
Penghasil Sampah Tidak Memiliki Data Rapi
Pelaku usaha B2B umumnya hanya mengandalkan bukti buang pihak ketiga tanpa pencatatan tonase harian, fraksi komposisi, atau jejak alur pemrosesan untuk laporan keberlanjutan internal.
Nilai Material Hilang Sebelum Kembali ke Siklus
Nutrisi organik berakhir sia-sia di TPA (menimbulkan bau, lindi, dan emisi metana), alih-alih diubah menjadi biomassa protein berkualitas untuk pakan ternak dan frass penyubur tanah pertanian.
Dua sisi pemangku kepentingan. Solusi terintegrasi.
BioLoop AI menjembatani industri penghasil limbah organik horeka dengan pasar bahan baku pakan dan pertanian melalui sistem biokonversi BSF dan ketertelusuran data.
Hotel, Restoran, Katering, dan Modern Retail Surabaya Raya
Penjemputan Terjadwal
Pengambilan logistik rutin dengan wadah tote bin tertutup untuk mencegah bau dan ceceran lindi di loading dock.
Penimbangan & Batch ID
Pencatatan berat timbangan digital di titik jemput dengan nomor batch unik untuk akurasi data tipping fee yang transparan.
Data Pengelolaan & Pengalihan TPA
Rekapitulasi tonase limbah organik yang berhasil dialihkan dari Tempat Pembuangan Akhir untuk pelaporan internal perusahaan.
Transparansi Kemitraan: Belum ada pelanggan aktual atau kontrak komersial yang ditampilkan sebelum verifikasi transaksi dan penyelesaian pilot.
Lima tahap untuk menjaga material tetap bernilai.
Setiap gram sampah makanan diproses melalui rantai kendali mutu fisik dan digital berurutan untuk menjamin konversi biologis berjalan stabil dan terdokumentasi.
Ambil dan Timbang
Penjadwalan logistik B2B, penimbangan di titik sumber, dan penerbitan kode batch unik untuk menjamin ketertelusuran.
Pilah dan Siapkan
Pemilahan kontaminan fisik berbantuan computer vision, pencacahan, dan penyesuaian kadar air substrat pakan BSF.
Biokonversi BSF
Pemberian pakan larva Black Soldier Fly dalam modul terkotak dengan pemantauan suhu dan kelembaban berbasis sensor IoT.
Panen dan Curing
Pemisahan biomassa prepupa larva untuk pengeringan higienis serta proses curing residu menjadi pupuk organik frass.
Jual dan Laporkan
Distribusi sampel untuk uji laboratorium calon pembeli, serta penyajian rekap data pengelolaan kepada mitra penghasil sampah.
Dua sisi pelanggan. Satu siklus material.
Representasi 9 blok Business Model Canvas BioLoop AI (Preliminary Stage) dengan penandaan status terverifikasi sesuai tahapan pilot.
Key Partnerships
- •Asosiasi perhotelan & restoran (stakeholder target)
- •Dinas lingkungan hidup setempat (stakeholder regulator)
- •Penyedia logistik karoseri bak tertutup (vendor calon)
- •Laboratorium uji terakreditasi (proksimat, mikrobiologi)
- •Kelompok pembudidaya & distributor pupuk organik lokal
Key Activities
- •Pengambilan logistik terjadwal & penimbangan ber-barcode
- •Prapengolahan (sortir kontaminan berbantuan CV & pencacahan)
- •Pembesaran larva BSF dalam modul bioreaktor terkontrol
- •Pemanenan larva, pengeringan higienis, dan curing frass
- •Pencatatan batch pada traceability dashboard
Key Resources
- •Fasilitas Hub biokonversi (1.200–1.500 m²)
- •5 modul biokonversi berinstrumen sensor
- •2 unit armada awal logistik berwadah tertutup
- •Koloni indukan BSF (black soldier fly breeding cycle)
- •Tim operasional & teknis (±10 FTE (Full-time Equivalent))
Value Propositions
- •Untuk B2B: Layanan pembuangan sampah makanan tepat waktu, bersih, disertai data ketertelusuran pengalihan TPA.
- •Untuk Pembeli Pakan: Bahan baku protein larva BSF lokal, kering stabil, dan teruji proksimat.
- •Untuk Pembeli Pupuk: Frass organik matang kaya mikroba untuk perbaikan struktur tanah.
Customer Relationships
- •Perjanjian tingkat layanan (SLA) penjemputan harian B2B
- •Dashboard transparansi tonase sampah bulanan (Rp0 di awal)
- •Dukungan teknis penanganan wadah di dapur komersial
- •Kontrak pasokan reguler bagi pembeli biomassa BSF & frass
Channels
- •Direct B2B sales ke manajemen hotel, resto, dan katering
- •Pendekatan sosialisasi ESG dan efisiensi limbah komersial
- •Kanal distribusi pakan ternak & akuakultur Jawa Timur
- •Traceability Web Dashboard untuk laporan klien
Customer Segments
- •Horeka: Hotel bintang 3–5, restoran, katering di Surabaya Raya
- •Modern Retail: Supermarket bahan makanan segar berlimbah organik
- •Kandidat Pembeli Pakan: Pabrik pakan skala menengah, peternak
- •Kandidat Pembeli Pupuk: Pertanian hortikultura, perkebunan
Cost Structure
- •CAPEX Awal: Rp1.408.000.000 (Peralatan & Instalasi)
- •Biaya Pra-Operasional: Rp570.000.000
- •Fixed Cost: ±Rp93.000.000 (Sewa Hub & Gaji 10 FTE)
- •Variable Cost: Rp650.000 per ton input sampah
Revenue Streams
- •Tipping Fee: 1.000 kg × Rp1.000 / kg (Rp1.000.000 / ton)
- •Penjualan BSF Kering: 30 kg × Rp18.000 / kg (Rp540.000 / ton)
- •Penjualan Frass: 200 kg × Rp3.500 / kg (Rp700.000 / ton)
- •Total Potensi: Rp2.240.000 per ton input sampah
Ketentuan Kemitraan: Seluruh lembaga pemerintah persampahan (DLH), asosiasi horeka (PHRI), platform teknologi, bank sampah, atau industri pakan yang disebut adalah calon mitra atau stakeholder yang ditargetkan, bukan mitra resmi terikat kontrak.
People, Planet, Profit—diukur sejak pilot.
Indikator dampak tidak dirancang sebagai klaim branding, melainkan target parameter operasional yang dipantau setiap hari.
People (Sosial & K3)
Keselamatan pekerja dan komunitas sekitar hub.
- •Target Tim: ±10 FTE (Full-time Equivalent) dengan pembagian tugas terstandar.
- •Pelatihan SOP & K3: APD lengkap (masker respirator & sarung tangan heavy-duty).
- •Keselamatan Kerja: Ventilasi biofilter bau, penampungan lindi tertutup.
- •KPI Terukur: Zero incident K3 dan nol keluhan bau masyarakat.
Planet (Lingkungan)
Akuntabilitas aliran massa sampah dan residu.
- •Ton Input: Pencatatan harian sampah makanan yang masuk hub.
- •Ton Sampah Dialihkan: Volume sampah organik yang tidak dibuang ke TPA.
- •Kontaminasi: Rasio fraksi non-organik hasil sortir konveyor.
- •Rendemen BSF: Target 30 kg / ton input biomasa kering.
- •Rendemen Frass: Target 200 kg / ton input pupuk matang.
- •Residu: Pengelolaan fraksi anorganik ke daur ulang resmi.
Profit (Ekonomi)
Kelayakan unit economics untuk keberlanjutan operasi.
- •Pendapatan per Ton: Target Rp2.240.000 dari 3 pilar.
- •Contribution Margin: Est. Rp1.590.000 per ton.
- •Fixed Cost: Batas biaya tetap ±Rp93.000.000.
- •Utilisasi Fasilitas: Target melampaui BEP 58,49 ton/bulan.
- •Produk Terserap: Realisasi penyerapan off-taker pakan dan pupuk.
Metodologi Dampak: BioLoop AI menggunakan metode estimasi dampak yang membutuhkan baseline, data aktual, dan validasi independen. Kami tidak mengklaim reduksi emisi sebagai capaian final ataupun kredit karbon.
Catatan: Baseline dan realisasi belum tersedia. Semua angka dampak pada prototype adalah target, asumsi, atau hasil simulasi.
Peta jalan pilot terukur dan bertahap.
Menghindari ekspansi prematur melalui pengujian berulang pada parameter biologis larva, efisiensi rute penjemputan, dan verifikasi mutu produk.
Validasi Awal & Uji Substrat
Menguji formulasi pakan BSF dan kesediaan bayar tipping fee horeka.
Pilot Terbatas Lapangan
Mengoperasikan 1 rute armada logistik dan 2 modul reaktor termonitor.
Komersialisasi Bertahap
Mencapai utilisasi kapasitas BEP (58,49 ton/bln) dan off-taker produk.
Mulai dari satu rute. Ukur seluruh siklus.
BioLoop AI terbuka untuk calon penghasil sampah, kandidat pembeli BSF dan frass, vendor teknologi, laboratorium, perguruan tinggi, dan stakeholder pengelolaan sampah di Surabaya Raya.
Formulir Minat Partisipasi Pilot
Simulasi penjajakan kemitraan awal