PROTOTYPE SIMULASI · BUKAN DATA OPERASI AKTUAL

Sampah makanan masuk. Nilai baru keluar.

Ikuti simulasi satu batch BioLoop AI dari penjemputan, pemilahan, biokonversi BSF, hingga proyeksi output dan nilai ekonomi.

Target Kapasitas Desain: 5 ton / hari · Surabaya Raya
LIVE BATCH PREVIEW

DEMO-BATCH-001

Siap Dijalankan
Lokasi ContohHotel · Surabaya Raya
Berat Input Sampah500 kg
Kontaminasi Sortir5%
Status Tahap Proses:Siap Dijalankan
Input: 500 kgOrganik: 475 kgBSF: 14.3 kg
BSF Kering Est.14.25 kg
Bio-Frass Est.95.0 kg
Nilai berubah otomatis saat kontrol diaturLive Synced ✓
PERSPEKTIF DEMO OPERASIONAL

Pilih Sudut Pandang Penjelajahan

Mode Aktif: Reviewer Bisnis
Panduan Peran: Reviewer Bisnis

Fokus Anda: Kelayakan unit economics (margin Rp1.590.000/ton), titik impas BEP 58,49 ton/bulan, kepatuhan baseline BMC, dan validasi pilot bertahap.

Struktur pendapatan 3 pilar per tonDisiplin fixed cost Rp93 juta/bulanPemeriksaan status angka & anti-hype policy
BASELINE TARGET OPERASIONAL FISIK
Kategori: Target BMC (Bukan Realisasi)
Target BMC
1.200–1.500 m²
Target Luas Hub
Fasilitas biokonversi & sorting
Target BMC
5 modul biokonversi
Desain Biokonversi
Bioreaktor modular termonitor
Target BMC
2 unit armada awal
Rencana Armada Awal
Logistik penjemputan B2B
Target BMC
30–45 lokasi
Target Lokasi Aktif Y1
Hotel, Resto, Retail Surabaya
Panduan Penilai & Reviewer

Cara Membaca Prototype Ini

Dokumentasi Konsep & Desain Teknis Awal
01

Pahami Masalah

Pahami masalah sampah makanan basah, risiko kontaminasi, dan minimnya data alur material pada bagian awal.

02

Ikuti Circular Flow

Ikuti alur circular flow 5 tahap untuk melihat langkah operasional nyata dari penjemputan hingga produk bio.

03

Buka Layer Teknologi

Buka bagian teknologi untuk memahami fungsi realistis AI Vision, IoT Bioreactor, dan Traceability Dashboard.

04

Periksa Label Angka

Periksa label target, asumsi, proyeksi, dan catatan validasi pada seluruh angka finansial dan operasional.

DEMO OPERASIONAL & PERJALANAN MATERIAL

Bayangkan satu batch berjalan dari pintu masuk sampai siap diarahkan ke pasar.

Semua data pada bagian ini adalah simulasi interaktif berdasarkan asumsi BMC.

Panel Input Simulasi

SIMULATION MODE
500 kg
100 kgDefault: 500 kg1.000 kg
5%
0% (Murni)Default: 5%20%
TIMELINE OPERASIONAL

Alur Proses DEMO-BATCH-001

Menunggu input
01
DiterimaPenerimaan & kode batch
Menunggu
02
DitimbangPenimbangan digital di hub
Menunggu
03
DisortirSeparasi kontaminan
Menunggu
04
BiokonversiModul BSF terkontrol
Menunggu
05
Panen & CuringPemisahan larva & frass
Menunggu
06
Quality ControlUji lab proksimat
Menunggu
07
Kandidat ProdukSiap ke calon pembeli
Menunggu
Batch Lifecycle: 0%Siklus Terjadwal
HASIL RUMUS BMC

Output & Nilai Potensial

SIMULATION MODE
Organik Masuk475 kg
Residu Sortir25 kg
BSF Kering (30 kg/ton)14,25 kg
Bio-Frass (200 kg/ton)95 kg
Tipping Fee (Rp1.000/kg):Rp 500.000
Pendapatan BSF (Rp18.000/kg):Rp 256.500
Pendapatan Frass (Rp3.500/kg):Rp 332.500
Total Pendapatan:Rp 1.089.000
Biaya Variabel (Rp650.000/ton):Rp 325.000
Contribution Margin:Rp 764.000
Asumsi tipping fee tertagih dan seluruh produk lolos uji mutu serta terserap pasar.
COMPUTER VISION ASSISTANCE

AI-assisted sorting demo

Simulasi Interaksi
Konveyor Pemilahan Input Batch● Stream CV Simulasi
[Organik] 475 kg
──→
[Plastik/Kemasan]
──→
[Material Lain]
Organik (Substrat BSF)Lolos Masuk Reaktor

Fraksi biomassa lunak yang dicacah halus untuk pakan larva BSF.

Contoh: Sisa sayur, buah, nasi, ampas dapur B2B

Hasil klasifikasi pada prototype ini adalah simulasi interaksi. Dataset dan pengujian performa model belum tersedia.

TELEMETRI BIOREAKTOR

Monitoring proses · Contoh simulasi

Batch DEMO-BATCH-001
Suhu Substrat
31,8 °C
Target: 28,0 – 34,0 °C
Kelembapan
64%
Target: 60% – 70% RH
Status Modul
Berjalan
Modul Reaktor 02
Status Data:Demo
Status Sensor:Belum Terhubung

Nilai ini hanya memperagakan bentuk dashboard. Data aktual harus berasal dari sensor yang dipilih, dikalibrasi, dan diuji.

NERACA MASSA & OUTPUT

Panel Output Produk & Aliran Massa

Status: Kandidat Produk
Neraca Massa Aliran Material:Batch DEMO-BATCH-001
Input Total
500 kg
──→
Organik
475 kg
──→
BSF Kering
14,25 kg
+
Bio-Frass
95 kg
+
Residu Sortir
25 kg
Catatan Neraca Massa: Komponen kehilangan air, lindi, gas, dan perubahan biologis masih membutuhkan pengujian pilot.
Kandidat Produk

BSF Kering (Dried Larvae)

14,25 kg
Harga asumsi: Rp18.000 / kg (Rp 256.500)
Catatan: Membutuhkan uji nutrisi dan keamanan (protein, lemak, logam berat).
Kandidat Produk

Bio-Frass (Pupuk Residu)

95 kg
Harga asumsi: Rp3.500 / kg (Rp 332.500)
Catatan: Membutuhkan uji mutu dan kepatuhan regulasi (C/N rasio, NPK, bebas patogen).
Masih Harus Dikelola

Residu Sortir Non-Organik

25 kg
Kemasan plastik, sachet, dan kontaminan anorganik.
Ketentuan Alur: Jangan menyatakan seluruh sampah berubah menjadi produk. Residu dialihkan ke mitra daur ulang legal.
KETERTELUSURAN DATA SIRKULAR

Dashboard Ketertelusuran Demo

DEMO DATA · BATCH DEMO-BATCH-001
DEMO DATA
Batch IDDEMO-BATCH-001
Lokasi ContohHotel
Berat Input500 kg
Kontaminasi5%
Status ProsesBelum Dijalankan
Output BSF Proyeksi14,25 kg
Kemajuan Batch Lifecycle:0% Selesai
1. Diterima3. Disortir4. Biokonversi7. Siap Pasar
Data pendukung pelaporan, bukan sertifikasi otomatis.
INSPEKTUR MODEL EKONOMI BULANAN

Uji sensitivitas throughput bulanan.

Periksa kelayakan finansial model operasional BioLoop AI dari volume minimum 30 ton/bulan hingga kapasitas target 150 ton/bulan terhadap batas BEP 58,49 ton/bulan.

Kapasitas Throughput Bulanan

Proyeksi
Volume Pemrosesan Bulanan:130 ton / bulan
30 ton (Pilot)58,5 ton (Titik BEP)130 ton (Default)150 ton
Pencapaian Terhadap Titik Impas (BEP 58,49 ton):222%
Preset:

Kalkulasi Operasional Bulanan

Surplus Operasional ✓
Pendapatan Potensial130 ton × Rp2.240.000
Rp 291.200.000
Biaya Variabel130 ton × Rp650.000
Rp 84.500.000
Contribution Margin130 ton × Rp1.590.000
Rp 206.700.000
Fixed Cost BulananSewa hub, tim ±10 FTE
Rp 93.000.000
Status Operasional Sederhana:Rp 113.700.000 / bulan
Di Atas BEP

Angka ini belum merupakan laba bersih karena belum memperhitungkan pajak, bunga, depresiasi, penggantian aset, piutang, kegagalan produksi, dan produk yang tidak terserap.

TITIK MASALAH SISTEMIK

Masalahnya bukan hanya sampah. Masalahnya adalah aliran yang tidak terlihat.

Rantai pengelolaan limbah makanan perkotaan saat ini bersifat linier dan terputus. Tanpa visibilitas dan standardisasi, potensi nilai nutrisi organik habis di Tempat Pembuangan Akhir.

Aliran Linier KonvensionalAliran Terputus

Dapur B2B → Wadah Campur Kontaminan → Truk Terbuka → TPA Menumpuk (Emisi & Lindi)

Dapur B2B───✕───Truk Angkut───✕───TPA Rusak
Aliran BioLoop AI TerdataSiklus Tertutup

Timbang Terjadwal → AI Assisted Sortir → BSF Reaktor IoT → Protein & Frass Terlacak

B2B Batch────→BSF Reaktor────→Bio-Assets
01
Tantangan Fisik & Kualitas

Sampah Makanan Basah Tercampur Kontaminan

Limbah dapur hotel, restoran, dan katering sering tercampur kemasan plastik tipis, tusuk gigi, dan sisa non-organik. Tanpa pemilahan terstruktur di sumber, limbah cepat membusuk dan sulit diolah secara biokonversi.

Perlu intervensi terukur
02
Defisit Ketertelusuran

Penghasil Sampah Tidak Memiliki Data Rapi

Pelaku usaha B2B umumnya hanya mengandalkan bukti buang pihak ketiga tanpa pencatatan tonase harian, fraksi komposisi, atau jejak alur pemrosesan untuk laporan keberlanjutan internal.

Perlu intervensi terukur
03
Kebocoran Ekonomi Sirkular

Nilai Material Hilang Sebelum Kembali ke Siklus

Nutrisi organik berakhir sia-sia di TPA (menimbulkan bau, lindi, dan emisi metana), alih-alih diubah menjadi biomassa protein berkualitas untuk pakan ternak dan frass penyubur tanah pertanian.

Perlu intervensi terukur
SEGMENTASI & VALUE PROPOSITION

Dua sisi pemangku kepentingan. Solusi terintegrasi.

BioLoop AI menjembatani industri penghasil limbah organik horeka dengan pasar bahan baku pakan dan pertanian melalui sistem biokonversi BSF dan ketertelusuran data.

Target Segmen Utama

Hotel, Restoran, Katering, dan Modern Retail Surabaya Raya

Status: Target Pelanggan B2B

Penjemputan Terjadwal

Pengambilan logistik rutin dengan wadah tote bin tertutup untuk mencegah bau dan ceceran lindi di loading dock.

Penimbangan & Batch ID

Pencatatan berat timbangan digital di titik jemput dengan nomor batch unik untuk akurasi data tipping fee yang transparan.

Data Pengelolaan & Pengalihan TPA

Rekapitulasi tonase limbah organik yang berhasil dialihkan dari Tempat Pembuangan Akhir untuk pelaporan internal perusahaan.

Asumsi Pasokan Per Lokasi: 80–125 kg sampah makanan terpisah per lokasi aktif per hari.

Transparansi Kemitraan: Belum ada pelanggan aktual atau kontrak komersial yang ditampilkan sebelum verifikasi transaksi dan penyelesaian pilot.

ALUR OPERASIONAL SIRKULAR

Lima tahap untuk menjaga material tetap bernilai.

Setiap gram sampah makanan diproses melalui rantai kendali mutu fisik dan digital berurutan untuk menjamin konversi biologis berjalan stabil dan terdokumentasi.

01
Logistik & Timbang

Ambil dan Timbang

Penjadwalan logistik B2B, penimbangan di titik sumber, dan penerbitan kode batch unik untuk menjamin ketertelusuran.

Tahap 1 dari 5
02
Prapengolahan

Pilah dan Siapkan

Pemilahan kontaminan fisik berbantuan computer vision, pencacahan, dan penyesuaian kadar air substrat pakan BSF.

Tahap 2 dari 5
03
Biokonversi Modular

Biokonversi BSF

Pemberian pakan larva Black Soldier Fly dalam modul terkotak dengan pemantauan suhu dan kelembaban berbasis sensor IoT.

Tahap 3 dari 5
04
Panen & Separasi

Panen dan Curing

Pemisahan biomassa prepupa larva untuk pengeringan higienis serta proses curing residu menjadi pupuk organik frass.

Tahap 4 dari 5
05
Dampak & Distribusi

Jual dan Laporkan

Distribusi sampel untuk uji laboratorium calon pembeli, serta penyajian rekap data pengelolaan kepada mitra penghasil sampah.

Tahap 5 dari 5Selesai ✓
Prinsip Operasi: Biokonversi dilakukan secara alami oleh BSF (Hermetia illucens). Sistem digital berfungsi mencatat, bukan mengubah biologi larva.SOP BIO-INDUSTRIAL
KERANGKA MODEL BISNIS (BMC)

Dua sisi pelanggan. Satu siklus material.

Representasi 9 blok Business Model Canvas BioLoop AI (Preliminary Stage) dengan penandaan status terverifikasi sesuai tahapan pilot.

Calon Mitra

Key Partnerships

  • Asosiasi perhotelan & restoran (stakeholder target)
  • Dinas lingkungan hidup setempat (stakeholder regulator)
  • Penyedia logistik karoseri bak tertutup (vendor calon)
  • Laboratorium uji terakreditasi (proksimat, mikrobiologi)
  • Kelompok pembudidaya & distributor pupuk organik lokal
Status: Membutuhkan validasi pilot
Aktivitas Inti

Key Activities

  • Pengambilan logistik terjadwal & penimbangan ber-barcode
  • Prapengolahan (sortir kontaminan berbantuan CV & pencacahan)
  • Pembesaran larva BSF dalam modul bioreaktor terkontrol
  • Pemanenan larva, pengeringan higienis, dan curing frass
  • Pencatatan batch pada traceability dashboard
Status: Membutuhkan validasi pilot
Rencana Kebutuhan

Key Resources

  • Fasilitas Hub biokonversi (1.200–1.500 m²)
  • 5 modul biokonversi berinstrumen sensor
  • 2 unit armada awal logistik berwadah tertutup
  • Koloni indukan BSF (black soldier fly breeding cycle)
  • Tim operasional & teknis (±10 FTE (Full-time Equivalent))
Status: Membutuhkan validasi pilot
Asumsi Proposisi Nilai

Value Propositions

  • Untuk B2B: Layanan pembuangan sampah makanan tepat waktu, bersih, disertai data ketertelusuran pengalihan TPA.
  • Untuk Pembeli Pakan: Bahan baku protein larva BSF lokal, kering stabil, dan teruji proksimat.
  • Untuk Pembeli Pupuk: Frass organik matang kaya mikroba untuk perbaikan struktur tanah.
Status: Membutuhkan validasi pilot
Target Hubungan

Customer Relationships

  • Perjanjian tingkat layanan (SLA) penjemputan harian B2B
  • Dashboard transparansi tonase sampah bulanan (Rp0 di awal)
  • Dukungan teknis penanganan wadah di dapur komersial
  • Kontrak pasokan reguler bagi pembeli biomassa BSF & frass
Status: Membutuhkan validasi pilot
Rencana Kanal

Channels

  • Direct B2B sales ke manajemen hotel, resto, dan katering
  • Pendekatan sosialisasi ESG dan efisiensi limbah komersial
  • Kanal distribusi pakan ternak & akuakultur Jawa Timur
  • Traceability Web Dashboard untuk laporan klien
Status: Membutuhkan validasi pilot
Target Segmen

Customer Segments

  • Horeka: Hotel bintang 3–5, restoran, katering di Surabaya Raya
  • Modern Retail: Supermarket bahan makanan segar berlimbah organik
  • Kandidat Pembeli Pakan: Pabrik pakan skala menengah, peternak
  • Kandidat Pembeli Pupuk: Pertanian hortikultura, perkebunan
Status: Membutuhkan validasi pilot
Asumsi Biaya

Cost Structure

  • CAPEX Awal: Rp1.408.000.000 (Peralatan & Instalasi)
  • Biaya Pra-Operasional: Rp570.000.000
  • Fixed Cost: ±Rp93.000.000 (Sewa Hub & Gaji 10 FTE)
  • Variable Cost: Rp650.000 per ton input sampah
Status: Membutuhkan validasi pilot
Asumsi Model

Revenue Streams

  • Tipping Fee: 1.000 kg × Rp1.000 / kg (Rp1.000.000 / ton)
  • Penjualan BSF Kering: 30 kg × Rp18.000 / kg (Rp540.000 / ton)
  • Penjualan Frass: 200 kg × Rp3.500 / kg (Rp700.000 / ton)
  • Total Potensi: Rp2.240.000 per ton input sampah
Status: Membutuhkan validasi pilot

Ketentuan Kemitraan: Seluruh lembaga pemerintah persampahan (DLH), asosiasi horeka (PHRI), platform teknologi, bank sampah, atau industri pakan yang disebut adalah calon mitra atau stakeholder yang ditargetkan, bukan mitra resmi terikat kontrak.

KERANGKA TRIPLE BOTTOM LINE

People, Planet, Profit—diukur sejak pilot.

Indikator dampak tidak dirancang sebagai klaim branding, melainkan target parameter operasional yang dipantau setiap hari.

TARGET KPI PILOT

People (Sosial & K3)

Keselamatan pekerja dan komunitas sekitar hub.

  • Target Tim: ±10 FTE (Full-time Equivalent) dengan pembagian tugas terstandar.
  • Pelatihan SOP & K3: APD lengkap (masker respirator & sarung tangan heavy-duty).
  • Keselamatan Kerja: Ventilasi biofilter bau, penampungan lindi tertutup.
  • KPI Terukur: Zero incident K3 dan nol keluhan bau masyarakat.
Standar Operasional Higienis
TARGET KPI PILOT

Planet (Lingkungan)

Akuntabilitas aliran massa sampah dan residu.

  • Ton Input: Pencatatan harian sampah makanan yang masuk hub.
  • Ton Sampah Dialihkan: Volume sampah organik yang tidak dibuang ke TPA.
  • Kontaminasi: Rasio fraksi non-organik hasil sortir konveyor.
  • Rendemen BSF: Target 30 kg / ton input biomasa kering.
  • Rendemen Frass: Target 200 kg / ton input pupuk matang.
  • Residu: Pengelolaan fraksi anorganik ke daur ulang resmi.
Neraca Massa Terukur
TARGET KPI PILOT

Profit (Ekonomi)

Kelayakan unit economics untuk keberlanjutan operasi.

  • Pendapatan per Ton: Target Rp2.240.000 dari 3 pilar.
  • Contribution Margin: Est. Rp1.590.000 per ton.
  • Fixed Cost: Batas biaya tetap ±Rp93.000.000.
  • Utilisasi Fasilitas: Target melampaui BEP 58,49 ton/bulan.
  • Produk Terserap: Realisasi penyerapan off-taker pakan dan pupuk.
Ketahanan Finansial

Metodologi Dampak: BioLoop AI menggunakan metode estimasi dampak yang membutuhkan baseline, data aktual, dan validasi independen. Kami tidak mengklaim reduksi emisi sebagai capaian final ataupun kredit karbon.

Catatan: Baseline dan realisasi belum tersedia. Semua angka dampak pada prototype adalah target, asumsi, atau hasil simulasi.

PETA JALAN EKSEKUSI

Peta jalan pilot terukur dan bertahap.

Menghindari ekspansi prematur melalui pengujian berulang pada parameter biologis larva, efisiensi rute penjemputan, dan verifikasi mutu produk.

Bulan 1 – 3
Membutuhkan Pengujian
Fase 1

Validasi Awal & Uji Substrat

Tujuan:

Menguji formulasi pakan BSF dan kesediaan bayar tipping fee horeka.

Aktivitas Kunci:
Survei karakteristik sampah makanan dapur hotel & restoran
Uji laju pertumbuhan larva dan rasio konversi pakan (FCR)
Pengujian sensor telemetri temperatur dan kelembaban dasar
Data Dikumpulkan: Data komposisi kadar air, pH, dan willingness to pay mitra
Indikator Keberhasilan: Tercapainya protokol pemilahan dan rendemen biokonversi awal
Rencana Tahap 1
Bulan 4 – 8
Target
Fase 2

Pilot Terbatas Lapangan

Tujuan:

Mengoperasikan 1 rute armada logistik dan 2 modul reaktor termonitor.

Aktivitas Kunci:
Penjemputan rutin wadah tertutup 3–5 titik sumber
Uji coba konveyor sortir berbantuan computer vision
Pencatatan batch pada web traceability dashboard
Data Dikumpulkan: Waktu siklus logistik, tonase harian, dan residu non-organik
Indikator Keberhasilan: Operasi harian stabil tanpa keluhan bau dan zero incident K3
Rencana Tahap 2
Bulan 9 – 18
Rencana
Fase 3

Komersialisasi Bertahap

Tujuan:

Mencapai utilisasi kapasitas BEP (58,49 ton/bln) dan off-taker produk.

Aktivitas Kunci:
Uji laboratorium terakreditasi untuk proksimat BSF & NPK frass
Penandatanganan kontrak pasokan bahan baku pakan dan pupuk
Ekspansi bertahap armada hingga target 30–45 lokasi aktif
Data Dikumpulkan: Hasil uji laboratorium, sertifikat mutu, dan arus kas penjualan
Indikator Keberhasilan: Volume pengolahan melampaui BEP dan produk terserap pasar
Rencana Tahap 3
KOLABORASI & UJI PILOT

Mulai dari satu rute. Ukur seluruh siklus.

BioLoop AI terbuka untuk calon penghasil sampah, kandidat pembeli BSF dan frass, vendor teknologi, laboratorium, perguruan tinggi, dan stakeholder pengelolaan sampah di Surabaya Raya.

Email Tim: contact@bioloop.id (Placeholder Pilot)
WhatsApp Tim: +62 812-XXXX-XXXX (Placeholder Pilot)
Wilayah Operasi Target: Surabaya Raya, Jawa Timur

Formulir Minat Partisipasi Pilot

Simulasi penjajakan kemitraan awal

Demo Prototype

Form prototype belum tersambung ke CRM atau email tim.